Sekelumit Sejarah Kampung China di Bengkulu

Layaknya beberapa wilayah di Indonesia yang pernah didiami etnis Tionghoa, Bengkulu juga memiliki Kampung Cina. Bekas pusat perdagangan Tionghoa ini sekarang berubah menjadi destinasi wisata sejarah Kota Bengkulu berkat nilai historisnya yang tinggi.Agar nuansa sejarahnya makin terasa, sebelum berkunjung sebaiknya bekali diri dengan pengetahuan seputar keadaanKampung China di masa lampau.Berikut sekelumit sejarah Kampung China di Bengkulu yang wajib diketahui.

 

Kampung China memiliki hubungan erat dengan sejarah terbentuknya Kota Bengkulu. Sejak abad ke-17, warga etnis Tionghoa mulai berduyun-duyun masuk mendiami Kota Bengkulu. Mereka yang mulanya dilanda kemiskinan ini lantas bekerja sebagai pedagang dan menggarap perkebunan. Melihat keuletan masyarakat China, pemerintah kolonial Inggris mengajak mereka bermitra. Atas izin kongsi dagang Inggris, orang Tionghoa mulai terlibat dalam aktivitas perdagangan rempah-rempah di pelabuhan Bengkulu. Mereka ditempatkan di sebuah kawasan seberang Benteng Marlborough dan diberi kedudukan khusus sebagai kepanjangan tangan Inggris dalam berdagang dengan suku lokal.

 

Kawasan dagang orang Tionghoa perlahanberubah menjadi pusat keramaian yang serbaguna. Di tempat itu, mereka mendirikan pemukiman, gudang rempah-rempah sekaligus toko-toko yang menjajakan barang kebutuhan masyaratakat Bengkulu. Tak butuh waktu lama sampai kawasan pecinan ini dikenal sebagai pusat sirkulasi barang komoditas dari pelabuhan di Pantai Tapak Paderi. Sebutan Kampung China pun lahir kemudian setelah fungsinya tak tergantikan sebagai pusat perdagangan Tionghoa di Kota Bengkulu sejak abad ke-19.

 

Sejarah Kampung China di Bengkulu sebagai pusat perdaganan Tionghoa yang ramai berhenti di tahun 1980an. Akibat peralihan pembangunan kota, pusat kegiatan ekonomi baru terbentuk dan membuat Kampung China perlahan ditinggalkan. Malangnya lagi, kawasan tersebut pernah dilanda kebakaran hebat di tahun 1990 dan membumihanguskan sebagian bangunan.

 

Sepanjang tahun 1990an sampai 2000an, Penampilan Kampung China di Bengkulu menjadi tak terawat. Deretan bangunan berkas pertokoan masih berdiri meski ditumbuhi lumut dan tembok yang menghitam. Kondisi bangunan di Kampung China pun beragam. Banyak bangunan yang telah dipugar, meski ada pula beberapa bangunan dengan nuansa China yang khas berbahan dasar kayu.

 

Berkat renovasi Kampung China yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, bekas pusat perdagangan Tionghoa ini kembali hidup. Keberadaannya beralih menjadi tujuan wisata sejarah Kota Bengkulu. Wisatawan pun menjuluki Kampung China dengan Wisata Pecinan. (IA)